Profil Sosial Budaya

Dilihat dari kacamata sosial, Desa Padangsambian Kaja masa kini merupakan desa dengan penduduk yang cukup heterogen, dimana jumlah penduduk asli yang telah turun-temurun menempati Desa Padangsambian Kaja cukup berimbang dengan penduduk pendatang permanen dan non-permanen yang tinggal di Desa Padangsambian Kaja.  Suku mayoritas yang menempati Desa Padangsambian Kaja adalah Suku Bali. Secara sosial ekonomi, penduduk Desa Padangsambian Kaja sebagian besar telah dapat berada pada tatanan sejahtera dan mampu membiayai kehidupannya sendiri. Hanya sebagian kecil saja yang masih membutuhkan perhatian baik dari Pemerintah Desa maupun stakeholder sosial lainnya.

Kehidupan beragama di Desa Padangsambian Kaja juga terjaga rukun dan damai. Mayoritas penduduk Desa Padangsambian  Kaja beragama Hindu. Tempat-tempat ibadah di Desa Padangsambian Kaja juga tersedia dan sudah memadai untuk menunjang kegiatan-kegiatan keagamaan di semua agama.

Budaya yang berkembang di Desa Padangsambian Kaja umumnya adalah budaya Bali, karena memang mayoritas penduduknya adalah Suku Bali dan menganut agama Hindu. Kebudayaan asli Desa Padangsambian Kaja yang merupakan hasil buah karya dan karsa leluhur Desa Padangsambian Kaja tetap lestari dan terawat dengan baik sampai saat ini. Walaupun dalam banyak hal telah mendapat akulturasi dari budaya-budaya masa kini yang tidak dapat dihindari hadir sebagai dinamika perkembangan jaman dan harus dapat diakulturasi demi lestarinya budaya asli desa.

Keberadaan Desa Adat yang berdiri dan lestari di Bali juga mengakari perkembangan kebudayaan di Desa Padangsambian Kaja. Terdapat 9 (sembilan) kelompok Banjar Adat yang bernaung dibawah 2 (dua) Desa Adat yaitu Desa Pakraman Padangsambian dan  Desa Adat Kerobokan. Kesembilan banjar adat tersebut adalah :

  1. Banjar Umaklungkung (Desa Adat Kerobokan)
  2. Banjar Gunung Sari (Desa Pakraman Padangsambian)
  3. Banjar Tegallinggah (Desa Pakraman Padangsambian)
  4. Banjar Batukandik (Desa Pakraman Padangsambian)
  5. Banjar Robokan (Desa Adat Kerobokan)
  6. Banjar Batuparas (Desa Pakraman Padangsambian)
  7. Banjar Pagutan (Desa Pakraman Padangsambian)
  8. Banjar Lepang (Desa Adat Kerobokan)
  9. Banjar Tegehsari (Desa Adat Kerobokan)

Masing-masing banjar adat memiliki adat dan budaya khas masing-masing dan dapat berjalan dengan baik dan harmonis.

Desa Padangsambian Kaja melalui program-program pelestarian adat dan budaya serta pembinaan ketenteraman wilayah memberikan perhatian pada semua banjar adat yang berada di wilayah Desa Padangsambian Kaja. Dalam tata pemerintahan desa saat ini, Dusun tidaklah identik dengan Banjar dan bukan merupakan bagian dari banjar. Banjar merupakan bagian dari kelompok adat dibawah naungan desa adat dan dikepalai oleh seorang Kelian Banjar. Dusun merupakan wilayah kerja teknis kewilayahan yang masing-masing wilayah kerja ditangani oleh seorang Pelaksana Teknis Kewilayahan yang disebut dengan Kepala Dusun. Kepala Dusun merupakan perangkat desa yang menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa.